Integrasi Artificial Intelligence melalui Aplikasi Bold Voice dalam Pembelajaran Speaking Bahasa Inggris pada Kurikulum Mendalam di SMK Cokroaminoto Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara

Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Integrasi AI dalam pembelajaran sejalan dengan arah Kurikulum Mendalam yang menekankan pembelajaran bermakna, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris, keterampilan berbicara (speaking) menjadi salah satu keterampilan yang membutuhkan latihan berkelanjutan, umpan balik langsung, serta lingkungan belajar yang mendukung.
Pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya keterampilan berbicara (speaking), masih menghadapi berbagai permasalahan di kelas EFL. Pertama, rendahnya kepercayaan diri siswa dalam berbicara Bahasa Inggris menjadi hambatan utama. Banyak siswa merasa takut melakukan kesalahan pelafalan dan tata bahasa, sehingga enggan untuk berbicara secara aktif di kelas. Hal ini sejalan dengan pendapat Brown (2001) yang menyatakan bahwa faktor afektif seperti kecemasan dan rasa takut berpengaruh besar terhadap performa speaking siswa.
Maka salah satu solusi alternatif dari permasalahan tersebut adalah dengan pengintegrasian aplikasi berbasis AI, yaitu Bold Voice. Bold Voice merupakan aplikasi pembelajaran berbicara Bahasa Inggris berbasis AI yang fokus pada peningkatan pronunciation, intonation, dan clarity. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi pengenalan suara untuk memberikan umpan balik langsung terhadap performa berbicara pengguna.
Dalam perspektif teori Computer-Assisted Language Learning (CALL), Bold Voice berfungsi sebagai media pembelajaran yang mendukung pembelajaran mandiri dan berpusat pada siswa. Beatty (2010) menyatakan bahwa CALL memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan kebutuhan masing-masing, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa.
Selaku guru Bahasa Inggris di SMK Cokroaminoto Wanadadi, penulis telah menerapkan media pembelajaran ini di sekolah pada 10 Oktober 2025 – 10 Desember 2025. Penulis menggunakan strategi Inquiry Learning yang difokuskan dalam skill speaking. Dicontohkan dengan sekumpulan vocabulary sederhana, lalu dengan kenaikan levelnya dengan pelafalan kalimat, serta dengan memperhatikan aspek-aspek speaking yaitu pelafalan (speaking), kelancaran (fluency), ketepatan (accuracy), kosa kata (vocabulary), pemahaman (comprehension), intonasi dan tekanan (intonation and stress), serta aspek afektif (confidence).
Dalam implementasi aplikasi Bold Voice, dibagi menjadi 6 yaitu, tahap aktivitas ini pengetahuan awal (pre-speaking), tahap pemberian model, tahap latihan terbimbing berbasis AI, tahap umpan balik dan perbaikan mandiri, tahap produksi bahasa (post-speaking), dan tahap refleksi serta evaluasi.
Pada tahap pertama, guru memberikan pengetahuan awal siswa terkait topik speaking yang akan dipelajari. Siswa diperkenalkan pada konteks dan tujuan pembelajaran, serta pentingnya pelafalan dan intonasi dalam komunikasi lisan. Tahap ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menekankan bahwa pembelajaran dibangun dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya, serta prinsip Kurikulum Mendalam yang mendorong pembelajaran bermakna.
Lalu pada tahap kedua, siswa mendengarkan contoh pengucapan dari penutur asli yang tersedia dalam aplikasi Bold Voice. Proses ini memungkinkan siswa mengamati dan meniru model berbicara yang benar. Menurut teori pembelajaran sosial, proses observasi dan imitasi berperan penting dalam penguasaan keterampilan bahasa, khususnya pronunciation dan intonation.
Kemudian di tahap ketiga, Siswa mulai berlatih berbicara dengan merekam suara mereka melalui aplikasi Bold Voice. Aplikasi memberikan umpan balik otomatis berbasis Artificial Intelligence terkait ketepatan pengucapan dan intonasi. Tahap ini mencerminkan prinsip CALL yang menekankan penggunaan teknologi untuk mendukung latihan bahasa secara individual dan berulang.
Di tahap keempat, yaitu tahap umpan balik dan perbaikan mandiri, umpan balik langsung yang diberikan oleh aplikasi membantu siswa menyadari kesalahan berbicara mereka secara real time. Berdasarkan umpan balik tersebut, siswa melakukan pengulangan dan perbaikan secara mandiri. Proses ini mendukung pembelajaran reflektif dan pengembangan kemampuan self-regulated learning, yang menjadi inti Kurikulum Mendalam.
Di tahap kelima, setelah latihan menggunakan Bold Voice, siswa menerapkan hasil pembelajaran dalam aktivitas speaking nyata, seperti dialog, presentasi, atau role play. Tahap ini menekankan penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, bukan sekadar latihan mekanis, sesuai dengan prinsip Communicative Language Teaching (CLT).
Dan tahap terakhir, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran speaking. Guru mengevaluasi perkembangan siswa berdasarkan aspek pronunciation, fluency, dan confidence, sementara siswa merefleksikan pengalaman belajar mereka menggunakan aplikasi Bold Voice. Tahap ini mendukung pembelajaran berkelanjutan dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Integrasi Artificial Intelligence melalui aplikasi Bold Voice dalam pembelajaran speaking Bahasa Inggris di SMK Cokroaminoto Wanadadi menunjukkan bahwa teknologi berbasis AI dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dan relevan dengan Kurikulum Mendalam. Penggunaan Bold Voice membantu meningkatkan kemampuan berbicara siswa, khususnya pada aspek pronunciation, fluency, accuracy, dan kepercayaan diri, melalui umpan balik langsung dan latihan mandiri yang berkelanjutan. Selain itu, penerapan pembelajaran bertahap dari pre-speaking hingga refleksi dan evaluasi mendorong pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, aplikasi Bold Voice dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran speaking Bahasa Inggris untuk mendukung pengembangan kompetensi komunikasi siswa secara optimal.
